Salah satu upaya konkret yang dilakukan yakni dengan memberikan subsidi bunga sebesar 6 persen untuk kredit investasi di sektor-sektor produktif.
”Program hilirisasi pemerintah juga terus diupayakan guna memberikan nilai tambah bagi negara,” kata Airlangga.
Di tempat yang sama, Royke Tumilaar mengungkapkan, BNI siap memberikan pembiayaan dalam mendukung program Pemerintah salah satunya hilirisasi termasuk menangkap peluang dari ekosistem tersebut.
“Kami melihat hilirisasi sebagai momentum untuk menciptakan solusi keuangan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan industri. Perbankan, termasuk BNI, sangat terbuka dalam hal pembiayaan, seperti kredit sindikasi, untuk mendukung program ini. Tentu saja, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, tetapi kami optimis dapat memainkan peran yang signifikan dalam ekosistem hilirisasi,” ujarnya.
Royke menambahkan, transformasi layanan perbankan yang dilakukan BNI tidak hanya berfokus pada tabungan, tetapi juga pada upaya mendorong nasabah untuk lebih aktif melakukan transaksi.
Untuk itu, BNI melakukan transformasi layanan keuangan yang terintegrasi melalui BNIdirect.
“Pembaruan layanan perbankan digital ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan pengelolaan keuangan bisnis,” lanjutnya.
Sebagai rangkaian acara BNI Investor Daily Round Table, BNI juga memberikan apresiasi kepada lebih dari 30 nasabah, yang terdiri dari nasabah Korporasi, Fintech, Universitas, BUMN, hingga Kementerian dan Lembaga. Para nasabah tersebut telah menggunakan platform BNIdirect, termasuk nasabah yang telah bersama BNI selama lebih dari 50 tahun.