Direktur RSUD Basel Sebut Masyarakat Kurang Menerapkan PHBS

--

TOBOALI - Meningkatnya kasus pasien yang terpapar Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menjadi perhatian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Basel.

Direktur RSUD Basel dr. Helen Sukendy menyebutkan, bahwa peningkatan kasus DBD di Kabupaten Basel ini bukan hanya faktor perubahan cuaca, tetapi kesadaran masyarakat yang masih kurang akan bahaya genangan air di bak penampungan.  "Faktor perubahan cuaca bukan menjadi alasan meningkatnya kasus DBD di Basel," ucapnya, Rabu (15/05).

Dikatakannya, bahwa masyarakat masih kurang bisa menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Padahal ini sangat penting sekali diterapkan dalam keseharian.  Selain itu, apabila ada anak - anak yang terkena demam harus cepat dibawa ke Puskesmas atau RSUD agar segera ditangani, yang dikhawatirkan adanya indikasi terpapar DBD.

"Pola hidup sehat, serta cepatnya penanganan bagi anak - anak yang sakit demam agar menjadi perhatian bagi masyarakat," ucapnya.

Dalam hal ini Pemkab melalui Dinas Kesehatan, Puskesmas serta para penyuluh kesehatan sudah sering mensosialisasikan pola hidup sehat dan pencegahan DBD.

Langkah pencegahan ini disebut 3M plus yakni, menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.  "Plusnya adalah, hindari gigitan nyamuk, tidur menggunakan kelambu dan menyalakan obat nyamuk," terangnya.

"Kami berharap agar kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan khususnya adanya bak penampungan air di sekitar rumah turut menjadi perhatian, agar nyamuk tidak bisa berkembang biak dan tentunya juga menghindari dari gigitan nyamuk," tambahnya.(*)

Tag
Share